Mungkin Gak sih Hidup Tanpa Masalah?

Ada ungkapan teman yang saya suka. Kira-kira bunyinya begini:

“Pokoknya, semua masalah duniawi itu pasti bisa kita selesaikan. Jadi, selow saja”.

***

Saya, kamu dan siapapun, pasti pernah, sedang dan akan ngalamin masalah.

Saya juga punya masalah. Mulai dari urusan studi yang belum usai. Atau problem di startup yang sedang saya rintis, itu juga masalahnya gak sedikit.

Dua hari yang lalu, saya ngegibah bareng temen yang punya bisnis konsultan. Klien bisnisnya banyak. Salah satunya grup bisnis dengan karyawan lebih dari seribu orang.

Saya sering ngikutin perkembangan grup itu dari instagram ownernya. Setahun bisa bikin dua atau tiga brand baru. Dan bisa buka empat atau lima outlet setiap bulannya.

Asu, bikin bisnis kaya buang ingus, enak bener.

Tapi kata temen saya, grup yang dia konsultani punya banyak masalah. Salah satunya penurunan omzet di beberapa brand bisnis mereka. Sehingga brand yang lain harus menutupi.

Intinya gak sebagus dan selancar yang tak lihat di instagram ownernya.

Beberapa hari kemudian, saya ngegibah lagi. Astagfirullah, hidup ngegibah mulu ya. hha.

Ndilalah yang digibahin adalah bisnis konsultan teman saya tadi. Proyeknya mulai sepi, omzetnya anjlok. Dari yang tadinya belasan orang, sekarang tinggal beberapa orang saja.

Padahal saya lihat bisnisnya keren. Termasuk bagaimana ia mencitrakan di media sosial.

***

Imajinasi Surgawi

Dari dua kali ngegibah, saya merefleksikan banyak hal tentang masalah.Lebih tepatnya tentang sikap kita kalau ngadepin suatu masalah.

Banyak orang menderita karena masalah seakan datang silih berganti.

Penyebab kesalahan itu terletak pada cara orang kebanyakan berpikir.

Kesalahan berpikir itu sebut saja imajinasi surgawi. Yaitu harapan untuk bisa hidup seperti di surga. Hidup tenang, bersih tanpa masalah sebagaimana yang dijanjikan Tuhan dalam hidup pasca kematian.

Jadi, setelah bisa menyelesaikan satu masalah, seharusnya tidak ada lagi masalah baru yang datang.

Ini cara berpikir yang keliru. Hidup tenang tanpa masalah memang sudah dijanjikan di adanya di surga (kalau pada masuk surga juga sih). Tapi masalahnya, kamu masih hidup di dunia.

Dan faktanya, masalah itu silih berganti. Kalau masalah satu sudah selesai, akan datang masalah baru. Begitu terus.

Ketimbang berimajinasi hidup tanpa masalah, lebih baik mikirnya kaya gini : masalah yang datang itu bisa bikin kita tumbuh apa enggak? Kalau kamu bisa menyelesaikan masalah ini, kamu bisa naik level gak?

Mentor saya pernah bilang, ngadepin masalah dalam hidup itu anggap kaya main game aja. Kalau di level satu sudah selesai, kita akan naik ke level dua dengan level kesulitan lebih tinggi. Meskipun sulit, tapi secara pribadi kita naik level.

Dan, masalah apapun itu, kalau cuma urusan dunia, masih bisa diselesaikan kok. Selo saja.

Semarang, 16 September 2019

--

--

Internet Marketer

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store