Beberapa Catatan di Bulan September

Saya nulis catatan ini di tanggal 1 bulan Oktober, 90 hari menuju 2021. Saya punya beberapa catatan dan refleksi di bulan September ini.

Isinya bersifat personal. Konteksnya juga personal. Saya tulis sebagai pengingat saja. Jika ada satu dua catatan saya yang relatable dengan hidupmu, saya ikut senang.

1# Menyatukan Hati dan Pikiran

Manusia mengambil keputusan dengan dua cara. Pertama emosional. Kedua rasional. Seringkali emosial lebih dominan ketimbang rasional.

Lebih sering lagi keduanya berseberangan. Emotional ingin A, Rasional ingin B. Contoh sehari-hari adalah dalam memilih pekerjaan.

Saya pernah bekerja di LSM dan menjadi aktivis sosial. Saya nyaman secara emosional dengan aktivitasnya, sesuai passion lah pokoknya.

Tapi secara rasional income nya hanya cukup buat survive day to day. Saya tidak bisa menerima kondisi ini secara long-term. I want enough income not only for survival..

Akhirnya saya keluar dan memilih mengerjakan sesuatu dimana rasio dan emosi (pikiran dan hati) saya satu.

Saya sering melihat teman saya yang tidak berusaha menyatukan keduanya menjadi mudah mengeluh. Mengeluh dengan apa yang dikerjakan dan dihasilkan.

#2 Compound Interest

Saya sedang berpikir untuk berhenti menjadi seorang future planning. Merencanakan secara detail apa yang terjadi pada saya di masa depan.

Saya pernah bikin rencana setelah lulus kuliah sudah punya bisnis, kemudian umur 27 menikah, umur sekian pengen ini, umur sekian pengen itu.

Tapi hidup faktanya tidak linier. Gak 1,2,3,4. Tapi seringkali 1,5 ,7, 15 , malah bisa balik ke -1. Iya bisa melompat atau terjun bebas.

Ketimbang menjadi seorang future planning, saya ingin mencoba sesuatu yang punya Compound effect. Sesuatu kecil tapi punya efek bola salju.

Ketimbang saya merencanakan secara detail soal pencapaian bisnis, tentang pernikahan dan ini itu sebagainya, lebih baik fokus pada compound effectnya.

Misal belajar Internet marketing akan memiliki compound effect pada bisnis dimasa yang akan datang. Belajar komunikasi dengan benar, belajar lebih peka dan empati pada pasangan akan membawa compound effect.

Jujur, soal cara komunikasi dan sensitifitas saya buruk sekali, hhe.

#3 Buat Tujuan Sekonkrit Mungkin

Untuk lebih mudah dalam mencapai apa yang kita mau, buatlah lebih konkrit. Jangan ingin punya bisnis atau uang sekian. Meski sudah muncul nominal tapi itu belum konkrit.

Buat daftar keinginan. Misal ingin beli Laptop merk ini harga segini. Ingin ganti gadget merk ini harga segini.

Jangan ingin membahagiakan orangtua, itu terlalu abstrak. Lakukan sesuatu yang bikin mereka bahagia, bisa makanan ini atau barang ini.

Dengan membuatnya lebih konkrit kita jadi tau berapa uang yang dibutuhkan, apa yang harus dikerjakan dan seberapa besar upaya yang dilakukan.

Internet Marketer

Internet Marketer