Arah hidup manusia modern

Andai kamu berada di penghujung masa studi, akan muncul rasa khawatir. Kadang juga rasa takut. Khawatir tidak dapat gelar, atau tidak dapat kerja. Jika sudah kerja sekalipun masih takut penghasilannya tidak cukup. Begitu saja seterusnya.

Hidup dengan rasa khawatir dan takut memang begitu akrab dengan manusia modern. Mereka takut tak bisa sukses. Sukses, disini maksudnya ya tidak bisa memiliki materi. Baik itu harta benda maupun eksistensi diri.

Di zaman modern orang dihargai dari apa yang dia produksi, tapi konsumsi. Kamu dianggap sukses jika pakai barang mewah, nongkrong di tempat elite, punya gelar akademik, dan jabatan ini itu.

Disisi lain, jika kamu menjadi penolong duafa, pendidik kaum tak mampu, pembuka lapangan usaha kamu belum tentu jadi orang sukses. Apalagi jika gaya hidupmu sederhana dan punya harta seperlunya.

Saya punya kenalan yang jika menerima tamu, ia sangat memuliakan. Ia suguhkan hidangan terbaik yang ia mampu. Padahal profesinya hanya penjual mainan ke sekolah-sekolah. Rumahnya pun, sederhana sekali.

Saya pernah punya ibu kos, bekerja sebagai buruh pabrik bihun dengan upah 20 ribu sehari. Setiap hari ia menyediakan sarapan dan makan malam untuk kami, anak kosnya. Jika tidak ada lauk, ia beli.

Kedua orang itu sangat bahagia dengan jika bisa berbuat kebaikan. Meskipun secara harta benda bukan termauk kaum berada.

Mungkin mereka bukan orang sukses versi orang modern. Bahkan dimasukan kategori tak mampu. Alias miskin. Tapi sungguhkah seperti itu? Saya kira tidak.

Mereka mendesain hidupnya bukan untuk konsumtif. Tapi produktif. Mereka ingin menjadi orang yang punya amal baik bagi sesama. Meskipun hanya menyuguhi tamu dan memberi makanan. Tapi itu adalah orientasi hidup. Mereka ingin dihormati karena jumlah produksi kebaikan bukan jumlah konsumsi harta benda.

Dan hari ini, kebanyakan dari manusia, tidak mendesain hidupnya untuk menjadi orang baik. Tapi sering ngeluh jika banyak penjahat dan garong dimana-mana. Inilah paradoks orang modern.

--

--

--

Internet Marketer

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Aef Setiawan

Aef Setiawan

Internet Marketer

More from Medium

Meet the “Ellipses” — not from the Geometry Class!

How does an Air-conditioner work?

A little melancholy is a beautiful thing

A Word — Funambulism