When I started an online shop a year ago, exactly on 15th November 2020, my goal were simple. Building a piece of bussiness that generate enough money for living.

The journey begun. After struggling for five month I received my first salary. Only IDR 500K. Small number but it was quick win. The bussiness are growing over 50% every month.

Today I got salary on routine basis. Enough for paying basic needs, start saving, pay my brother tuition and so on. My skill to make money dramatically improved. Able to raise revenue nearly IDR 1 B just in four month.

I my first goal achieved.Thank to god and huge of kind people who involved. 2021 is two month left. It is the time to starting new journey.

Management is working process to achieve certain goal. Hence, the core of management is in the goal. Not desire to make everything stable.

If fail to define the goal, you set incorrect working process. Your to do list not aligned with the goal.

Let’s say the goal is achieving 10K for sales in the end of month. A must know how the process to hit that number. Therefore, you able to make a plan.

If the number is achieved, it reflect the capabality of the manager. And vice versa.

In consequence, only set a goal that you capable to planned. If you have a plan, you know how to manage.

Kemarin saya dengerin podcastnya Raval Ravikant. Bahas soal perbedaan mendasar dari repetisi dan iterasi.

Saya coba refleksikan pemikiran naval ke pekerjaan. Saya klasifikasikan mana pekerjaan yang bersifat repetisi dan mana yang bersifat iterasi.

Beberapa yang tak anggap relevan saya bagikan disini.

  1. Kata Naval iterasi mendorong kita untuk melewati kurva belajar…

Tentang Metrics

Sekitar tahun 2010, Manchester City mendatangkan dua gelandang. Yaya Toure dan David Silva.

Tujuan utama dari mendatangkan dua pemain ini adalah meningkatan passing completion rate di sepertiga akhir.

Keberhasilan umpan di sepertiga akhir adalah metrik kunci untuk mendapat kualitas peluang mencetak goal.

David Silva dan Yaya Toure memiliki…

Saya menggunakan Managing Complex Change Chart untuk mengidentifikasi sebenarnya apasih masalah fundamental (issue) yang saya hadapi dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Buat yang belum tau apa itu Complex Change Management, Silahkan lihat gambar di bawah ini.

Kali ini saya tidak menjelaskan bagaimana membaca tabel diatas. Mungkin di lain tulisan atau Anda…

Konon seorang marketer tidak boleh punya pikiran takut kehilangan calon buyer. Saya pikir ini ada benarnya juga. Kita harus punya mental keberlimpahan.

Kalau takut kehilangan calon buyer, posisi kita lebih rendah. Selanjutnya kita jadi melakukan apa saja yang penting laku barang laku kejual. Jual murah, banting harga dan seterusnya.

Dulu saya melakukan ini berkali-kali. Jualan bukannya profit malah boncos. Problemnya selain kalkulasi bisnis bisa jadi dimulai dari mentalitas semacam ini. Takut kehilangan buyer.

Percaya diri aja dengan produk yang dijual. Kita jual produk yang ada nilai mamfaatnya. Bukan sampah. Pekerjaan marketer adalah mengkomunikasikan mamfaat produknya sedemikian rupa. Jika buyer belum mau, mungkin mereka belum tau mamfaatnya.

Begitu saja.

Purwokerto, 17 April 2021

Aef Setiawan

Internet Marketer

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store