5 Jenis Riset di Facebook Ads Yang Harus Kamu Tau

unsplash.com

Hai semuanya. Sudah lama saya absen ngeblog di medium. Kali ini saya mau nulis lagi dengan topik facebook ads. Spesifiknya tentang jenis riset menggunakan facebook ads.

Blog ini khusus buat kamu yang main facebook ads, tapi masih bingung jenis riset dalam facebook ads itu apa saja.

Oke, saya buatkan daftar content dahulu.

  1. Riset produk
  2. Riset Audience
  3. Riset Creatives
  4. Riset Funnel
  5. Riset Campaign

Wah, banyak amat. Emang, hhe

Tapi ini berdasarkan pengalaman saya aja, sih. Soalnya saya menggunakan pendekatan sains untuk mengambil keputusan.

Meski sekilas banyak banget jenis risetnya, tapi tidak harus dipakai semua kok. Dan insyallah gak serumit yang dibayangkan dengan catatan dibiasakan dan dipraktekan.

Nah, 5 tahap riset ini akan saya ulas satu persatu.

  1. Riset Produk

Tujuan dari riset produk adalah kita ingin tahu produk mana yang diterima oleh market. Ukuran diterima market itu adalah simpel: Ada yang beli

Iya, sesimpel itu saja.

Untuk jumlah budget saya mengikuti formula dari Albert Leonardo. Budget riset produk= 2 x Profit produk. Contohnya, saya mau jual sepatu. Profit per sepatu 100.000 ribu. Maka budget riset= 2 x 100.000 = 200.000

Kapan sebaiknya riset ini digunakan: Saat kamu masih ragu apakah produk ini ada yang beli atau tidak. Kalau saya terjual 5 produk sudah cukup untuk memutuskan dilanjut atau tidak.

2. Riset Audience

Tujuan dari riset audience adalah untuk mengetahui audience mana yang perform menghasilkan leads. Dalam konteks facebook ads, audience berarti sekumpulan interest, demografis, dan perilaku yang diasumsikan sebagai audience yang akan menghasilkan penjualan.

Karena kita mau testing maka jumlah audiencenya lebih dari satu. Bisa dua atau tiga audience sekaligus. Jadi formasinya adalah satu Campaign, dua adset dan satu ads disetiap adset.

Untuk budgeting saya biasanya naruh di level adset, bukan campaign. Misal disetiap adset saya taruh 100 ribu sehari. Jadi kalau ada 3 adset maka budgetnya 300 ribu.

Tujuanya biar setiap audience dioptimasi maksimal. Kalau memasukan budget di level campaign, facebook biasanya tidak membagi rata ke setiap audience di Adset. Sehingga datanya menjadi bias.

Kapan jenis ini digunakan: Saat kita masih belum tahu audience mana yang perform menghasilkan leads paling bagus.

3. Riset Creatives

Tujuan dari riset creatives adalah untuk mengetahui mana gambar/video yang bagus, text copywriting yang menjual, headline, deskripsi dan Call to Action yang perform menghasilkan klik.

Fitur ini namanya Dynamic Creatives, bisa ditemukan saat kita mengatur iklan di level adset.

Dengan bantuan fitur ini kita bisa membuat iklan dikemudian hari dengan materi yang valid. Jadi lebih hemat waktu.

Untuk mengetahui mana creatives yang winning: Pilih yang mengahasilkan Add to Cart, lalu pilih yang CTR nya tinggi dan CPR nya rendah.

Kapan ini digunakan: Saat kita ingin membuat campaign baru dalam jumlah yang banyak dan kerja secara tim. Jadi gak perlu bingung pilih cratives lagi.

4. Riset Funnel

Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui funnel mana yang cocok untuk tiap produk. Apakah alurnya sederhana:

  1. Klik iklan
  2. Lihat landingpage
  3. Kontak Whatsapp
  4. Closing/non-closing

Atau ada juga yang lebih panjang. Nah, alur penjualan atau funneling setiap produk berbeda. Atau yang simpel ada juga yang kompleks. Sebagai gambaran, jualan sepatu sama jualan rumah berbeda funnelnya.

Dalam funneling ini kita juga akan menguji kualitas landingpage dan kualitas offering produk.

Kapan ini digunakan: Saat kamu masih belum mengenal cara menjual suatu produk dari mulai menawarkan hingga terjadinya penjualan.

5. Riset Campaign

Tujuan dari riset campaign adalah untuk mengetahui mana campaign yang bagus apa tidak. Nah, bagus apa tidak suatu campaign diukur dari cara berbisnis setiap orang.

Misal CTR sekian, Add to Cart sekian, dll. Silahkan pasang standar sesuai perhitungan bisnis masing-masing. Kalau saya metric standard untuk mengukur campaign adalah:

  1. Cost Per Million (CPM)
  2. Cost Per Clik (CPC)
  3. Click Through Rate (CTR)
  4. View Content (VC)
  5. Add to Cart (ATC)

Kalau metrik diatas sudah masuk hitungan standard bisnis, maka campaign itu layak dijalani. Kalau tidak berarti ganti campaign.

Kapan ini digunakan; Sebelum kita memutuskan untuk men-scale up atau men-scale out campaign iklan. Data campaign bagus atau jelek biasanya menunggu minimal 50 Add to Cart dahulu.